0812345678 disbudpar@kuansing.go.id
Arena Pacu Jalur Tepian Narosa
Wisata Budaya Unggulan
5 / 5

Arena Pacu Jalur Tepian Narosa

tradisi Pacu Jalur di Kuantan Singingi telah ada dan berkembang di tengah masyarakat lokal sejak abad ke-17. Pada masa kolonial Belanda, perhelatan ini sempat dimanfaatkan sebagai ajang perayaan hari lahir Ratu Wilhelmina setiap tanggal 31 Agustus.

Pada masa tersebut, para pemenang perlombaan mendapatkan hadiah berupa bendera berukuran besar yang dihiasi nomor jalur atau dikenal dengan sebutan tonggol. Kegiatan tradisi ini kemudian sempat terhenti total pada masa pendudukan Jepang akibat lumpuhnya kondisi perekonomian masyarakat.

Tradisi Pacu Jalur kembali dibangkitkan oleh masyarakat setempat pada tahun 1950 guna melestarikan nilai-nilai kebudayaan daerah. Pada periode tahun 1951 hingga 1952, muatan perahu berkembang dari kapasitas 7–15 orang hingga akhirnya menggunakan jalur berkapasitas 25 orang lebih.

Sejak saat itu, pelaksanaan Pacu Jalur dialihkan menjadi bagian utama dari perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus. Hadiah perlombaan pun berkembang menjadi ternak berupa kerbau atau sapi serta piala bergilir bagi tim pemenang.

Puncak perhelatan Pacu Jalur tingkat nasional dipusatkan di arena Tepian Narosa, Kecamatan Kuantan Tengah, yang berjarak sekitar 150 kilometer dari Kota Pekanbaru. Seluruh perahu yang bertanding di tingkat kabupaten ini merupakan hasil seleksi dari ajang perlombaan di tingkat rayon dan kecamatan.


Bagikan Destinasi Ini:

Informasi Destinasi

Alamat Teluk Kuantan
Jam Operasional Sepanjang hari
Tiket Masuk Gratis
Fasilitas Tersedia
Parkir Toilet Umum Perbelanjaan Toilet Toko Oleh-oleh Warung Makan